pusing nich...
aduh telat sahur...
makan dulu agh...
capek banget abis kerja...HUFT!!!
yah...tanganku berdarah....
aduh ...kepleset..lecet-lecet (emoticon 'nangis')
dkk..
Kalimat-kalimat di atas sering kita jumpai dalam status-status di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, BBM, Whatsapp dan aplikasi jejaring sosial lainnya. Status pada dasarnya ditujukan untuk berbagi. Ada yang menggunakannya untuk berbagi informasi, hobi hingga berbagi pengalaman pribadi. Namun fenomena yang terjadi adalah banyak dari pengguna jejaring sosial menggunakannya untuk berbagi hal-hal pribadi yang sekalipun orang tahu pun tidak ada manfaat alias tidak penting. Seperti contoh status di atas yang hanya berisi "curhat" yang dinilai kurang penting. Mengumbar kehidupan pribadi ke dunia maya (yang sebenarnya lebih luas dari dunia nyata) adalah tindakan yang kurang bijaksana. Mungkin tidak semua orang atau teman akan berkomentar namun akan banyak orang yang akan membaca status-status tersebut dan pada akhirnya akan menimbulkan banyak spekulasi mengenai diri kita. Hingga orang yang sama sekali belum pernah mengenal bahkan melihat kita pun akan dapat menyimpulkan siapa dan bagaimana karakter kita dalam sekejap. Ada lagi...
lagi ngantri -di ATM ***...
shopping dulu -di Mall ***...
ngantri -di RS *** ...
lagi nyervis motor -di ***...
Ya...ya..ya... selain mengandung unsur "curhat", status-status di atas akan menimbulkan "bahaya". Secara terang-terangan kita telah menunjukkan tempat dimana kita tengah berada. Selain tidak penting dan terkesan pamer, status tersebut bukan tidak mungkin akan mengundang hal-hal yang tidak diinginkan. Bukan bermaksud berpikiran negatif, namun di zaman sekarang kita perlu menerapkan sikap waspada dari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, pada status "lagi ngantri -di ATM ***...", status tersebut dinilai sangat berbahaya, bisa saja ada pihak yang tidak segan-segan menguntit kita dan melakukan tindakan di luar keinginan kita seperti merampok/merampas uang yang kita ambil dari mesin ATM tersebut. Itulah mengapa timbul ungkapan "kejahatan datang karena ada kesempatan". Memang itu yang terjadi, tak sedikit orang yang sudah mengalaminya akibat status "kurang penting" alias status alay tersebut.
Selain status-status tersebut, ada juga status yang terkesan menyinggung seseorang atau kelompok secara terang-terangan seperti kritikan pedas dengan menyebutkan nama seseorang atau suatu kelompok hingga pendapat pribadi yang terkesan menyalahkan sesuatu, seseorang atau kelompok. Status seperti itu yang akan menimbulkan kesenjangan, rasa tidak suka, bahkan perpecahan. Berpendapat boleh-boleh saja, asalkan tidak mengandung unsur menyalahkan, tidak suka dan lain-lain yang dapat menyinggung pihak lain.
"Statusmu Harimau-mu"
Nampaknya ungkapan ini perlu kita perhatikan, karena apa yang kita tulis dalam status-status kita pada akhirnya akan menunjukkan siapa diri kita sebenarnya di mata khalayak dunia maya yang nyatanya benar-benar ada. Sebaiknya mulai sekarang kurangi status-status alay, ganti dengan status yang lebih bermanfaat seperti sharing informasi mengenai agama, pendidikan, tips-tips dan lain-lain yang lebih pantas dan penting untuk dibaca khalayak ramai. Jejaring sosial digunakan sebagai hiburan itu sah-sah saja namun apabila kita tidak bisa menahan untuk menggambarkan apa yang sedang terjadi dan apa yang sedang kita rasakan, paling tidak kita perlu mengendalikannya dengan mensiasati menuliskan status menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana dan bias agar tidak terkesan 'vulgar'.
Maaf, postingan ini tidak ada maksud untuk menyinggung bahkan menyalahkan pihak-pihak tertentu. Tulisan ini dibuat untuk menggambarkan fenomena yang marak terjadi di jejaring sosial saat ini sekaligus introspeksi bersama agar ke depannya kita dapat menggunakan jejaring sosial dengan lebih bijaksana. Terimakasih ^_*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar