Assalamualaikum.. Wr. Wb
Sedikit menyinggung mengenai salam, salah satu teman selalu protes apabila kalimat salam aku singkat "Ass" dalam sebuah pesan singkat. Bisa dibilang itu sudah menjadi ciri khas ku dalam menyapa siapapun (terutama teman) lewat SMS. So far so good - lah...sejauh ini tidak ada yang mengkomlain mengenai hal itu, namun tidak bagi temanku yang satu ini. Dia berpendapat bahwa kalimat salam sebaiknya tidak dalam bentuk singkatan karena akan bermakna beda (kurang tau apa maksudnya). Menurutku tidaklah masalah, yang terpenting adalah niat dalam mengucapkan salam lewat pesan singkat yaitu Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh. Namun untuk menghargai sekaligus menghindari protes dari dia, maka khusus untuk teman yang satu itu aku ketikkan lengkap, dan tau apa responnya??? Dia justru membalas "Hahahahahahaha"...
Berhenti membahas mengenai kontroversi kecil mengenai salam, sekarang ada satu fenomena "perbedaan" yang akhir-akhir ini menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia (muslim) yaitu penentuan 1 Ramadhan 1433 H. Memang bukan kali pertama hal ini menjadi kontroversi di negeri ini, namun masih saja hal ini membuat masyarakat menjadi bingung. Berikut hasil dengar pendapat beberapa orang di sekitarku:
- Mrs. A : Sebenarnya tidak perlu menanggapi hal seperti itu..karena itu menyangkut keyakinan masing-masing, jangan sampai ada orang yang menganggap puasanya lebih satu hari atau bahkan kurang genap 1 hari. MUI adalah lembaga agama Islam yang dinaungi oleh 2 pihak kubu atau organisasi (NU dan Muhammadiyah), terlepas dari pendapat masing-masing kubu, sudah dipastikan benar, jikalau salah ya itu salah Imam-nya, kita sebagai warga negara juga mengikuti keputusan ulul amri.
- Mr. B : Sangat tidak fair jika orang harus meributkan penetapan 1 Ramadhan, bagaimana dengan bulan-bulan yang lain seperti peringatan 1 Muharram, 1 Rabiul Awal hingga 1Syawal? nampaknya mereka tenang-tenang saja.
Hwehe...statement keduanya sama menariknya....terutama pendapat Mr. B yang langsung membuatku tertawa. Cukup simple namun sarat makna bukan???
Dari dua "fenomena perbedaan" yang sudah aku kemukakan di atas, maka dapat ditarik satu rumus berikut "Perbedaan = X (Niat + Keyakinan)". Rumus itu berarti bahwa Perbedaan lahir dari beberapa hal yang sebenarnya sama-sama mengandung niat dan keyakinan pribadi masing-masing yang sangat hakiki sebagai salah satu fitrah manusia. Itu sekadar pendapatku, mohon maaf apabila ada yang kurang setuju atau bahkan kurang berkenan. Akan lebih interaktif apabila pembaca meninggalkan komentar guna bahan diskusi mengenai postingan ini.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar