Laman

Senin, 17 Oktober 2016

Hibernation

i know i shouldn't be this way
this time i'm too much
no.. i've to get a move.. more and more...
bismillah

Rabu, 05 Oktober 2016

Kini Kita Sama

jika ada yang bertanya
maka jawabnya "ya, akupun sudah tak berada di sana" *belum lama
meski idem lirik lagu Ruth Sahanaya
"terlalu indah dilupakan...
"terlalu sedih dikenangkan..."
hanya saja bedanya aku tak mengharapnya datang kembali
sudah berhasil melewati tangga legowo
bahkan di dalam do'a tak lagi berani menyebutnya
haha.. memang jarang ku sebut nama siapapun di dalam do'a
bukan apa-apa
alasannya sangat sederhana
"manut ALLAH saja"
dan aku sangat mengimani-Nya
sekarang bersiap membukanya kembali untuk yang diridhoi
i hope so soon... ^_ *

- Hen'z -
KIM 12:44
 

Drama Sekian Babak (telat posting)

Sudah beberapa pekan ini, entah berapa lama tepatnya, Saya punya hobi baru, penting gak penting sih sebenarnya.. tapi asyik sekali. Hobi baru Saya ini adalah mengikuti perkembangan jalannya sidang kasus Jessica - Mirna.
Ya.. seperti yang kita ketahui bersama. Kasus yang diduga pembunuhan ini sudah hampir kurang lebih 8 bulan menjadi salah satu highlight terhangat di negeri kita tercinta ini. Meski menurut kaca mata awamers seperti Saya ini terlihat ribet dan berkepanjangan. Terhitung genap 18x sidang digelar hingga yang paling hangat adalah sidang yang kemarin baru usai digelar hingga tengah malam akhirnya Hakim men-scores sidang tersebut dan Saya belum tahu kapan lagi sidang selanjutnya akan digelar di Pengadilan Tinggi tersebut.
Sebenarnya Saya tidak mengikuti dari sidang pertama.. hehe. Mulai excited itu kalau tidak salah sidang ke-15. Waktu itu sebenarna berawal dari ketidak sengajaan Saya melihat trending topic di Twitter kala itu. Dengan "#SidangJessica" Saya tak pikir panjang mengkliknya. Dan benar... puluhan twit yang Saya temukan dengan link hashtag kala itu sungguh lucu-lucu. Lebih banyak berisi cemoohan para netizen, sedikit sekali yang berbau membela si Terdakwa. Lucunya, yang terkenal di dunia maya bukan hanya si Terdakwa tapi yang tidak kalah meningkat pamornya adalah Tim Kuasa Hukum / Pengacara si Terdakwa. Dan yang paling menghebohkan ruang Sidang dengan pertanyaan-pertannyaannya yang terkadang lucu dan wagu srta ramai dijadikan objek empuk para penduduk social media adalah Bapak Otto Hasibuan (mohon maaf tak tahu gelar pastinya, hehe).Entah apa motif dibalik kesediaan Pak Otto membela kasus Jessica ini. Apakah benar-benar ingin menegakkan gukum seadil-adilnya? atau karena uang? atau karena sensasi belaka? hehe.. Bukannya ikutan su'udzon, tapi memang terkadang pertanyaan- pertanyaan yang berselimutkan sanggahan beliau lontarkan sungguh lucu. Waktu itu geger di social medi aitu tentang pertanyaan Pak Otto terkait Bagaiamna Flash Disk yang dicolok ke Hard Disk. Lho.. kok.. Haha.. Ada-ada saja.. mereka itu sejenis Pak... jeruk makan jeruk donk.. haha. Tak berhenti di situ saja kelucuannya.. Saya sempat mengikuti jalannya sidang setelah itu.. entah ke 16/17 tepatnya Saya lupa. Saat itu agenda sidang adalah mendengarkan kesaksian Saksi Ahli Toksikologi. Kala itu tengah membahas zat yang terkandung di dalam Sianida yang disinyalir masuk ke tubuh Korban melalui segelas kop yang diminumnya sebelum akhirnya tewas. Saya sempat mencatat.. haha.. itung-itung ilmu baru. 1 mol/lt  = 49 gr/lt. Haha.. meski akhirnya tak kunjung mengerti Saya masalah begituan. Tahu sendiri.. cetakan IPS begini.. hihi. Tapi saat itu Saksi Ahli tengah memaparkan teori yang berkaitan dengan PH dan penetralan zat Sianida yang ada di kopi tersebut. Namun kala itu langsung mendapat pertanyaan dari tim Kuasa Hukum si Terdakwa. Mereka mencocokkan berat/besaran zat Sianida yang masuk ke dalam tubuh Korban dengan besaran standar zat tersebut bisa mematikan manusia secara teori. Ketika itu juga dihubungkan dengan lamanya waktu tewas Korban setelah meminum Kopi tersebut yan tertera di data rekam medis Rumah Sakit dengan teori. Kalau tidak salah, waktu itu Saya menyimak, berdasarkan data rekam medis, Korban tercatat tewas di menit 79. Namun berdasarkan data yang dipaparkan oleh Saksi Ahli, dengan besaran ukuran zat tersebut masuk ke dalam tubuh manusia maka disimpulkan secara ilmiah zat tersebut akan mampu mematikan dalam 30 menit. Tak heran ketidaksamaan data tersebut menjadi sasaran empuk bagi Tim Kuasa Hukum Terdakwa, namun kala itu Saksi Ahli cukup menjawab dengan pembawaan yang santai yaitu beliau mengatakan kurang lebih seperti ini, "Mati itu Fakta. Saya tidak mau memperdebatkan menitnya. Yang Saya ingin bahas adalah data PH dan penetralan. Cukup!!!". Haha.. sontak Ibu Kuasa Hukum yang awalnya sangat percaya diri itu langsung terdiam makjleb.. hihi...Iya juga sih ya.. Faktanya adalah si Korban itu mati/tewas, berapapun ukuran zat dan lamanya mati toh faktanya adalah mati. Saat itu Saya sempat bergumam.. Memangnya jika data itu tidak valid apakah bisa menentukan lamanya waktu Terdakwa kelak di penjara? Wong nyatanya sudah merenggut korban jiwa, kecuali jika Korban kini tengah koma, beda cerita jika masih memperdebatkan masalah itu.
Hingga tadi malam agenda sidang masih sama, yaitu mendengarkan kesaksian para Saksi Ahli yang diundang untuk memaparkan analisa terkait kasus ini. Cuma yang menurut Saya agak wagu adalah. Saksi yang dihadirkan di sidang kemarin itu harusnya dihadirkan setelah melakukan proses autopsi, bukan "akan". Kan terkesan bias dan hanya mengacu dari teori saja. Dan benar, kesimpulan Saksi Ahli semalam adalah bahwa sebab kematian Korban belum bisa dipastikan karena Sianida. Keismpulan tersebut mengacu pada BAP dan teori yang beliau miliki. Haduh.. menurut Saya sidang kemarin, dengan kesimpulan seperti itu sungguh sangat menyita waktu. Kecuali beliau memaparkan hasil yang didasarkan pada teori yang ada dengan hasil autopsi Korban yang beliau lakukan. Saya rasa akan lebih valid dan bermanfaat setelah hampir seharian di ruang sidang.
 .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan sekarang entah sudah berapa babak.. yang jelas Saya sudah kehilangan selera untuk mengikuti jalannya Sidang yang tak lebih menarik dari Drama Korea. Hanya tulisan ini harus segera Saya post sebelum semakin usang dan kadaluwarsa. Ini saja buah dari lupa. Hehe...

NB: nulisnya udah lama.. mung baru diposting sekarang.. hadewh...

-KIM-
12:31

Jumat, 26 Agustus 2016

Aku Tulus Kamu

ya.. jujur saja tengah "tergila-gila"
seperti salah satu judul lagunya
sebuah karya luar biasa dari sosok sederhana
meski fiksi namun jelas kejujuran ada di setiap liriknya
diselipi diksi penuh makna sungguh kaya rasa
belum lagi dirangka dengan nada irama yang tadi pagi dia bilang bukan bunyi biasa
untuk masalah ini mudah sekali jatuh cinta
sekarang... aku tengah mendengarkannya
kira-kira 10 lagunya sembari mengulik halaman penuh kata

brilliant dan jujur menurutku
lagu ini.. "Pamit" 
diperkaya dengan suara merdu
hingga suskes merontokkan ulu
lagu yang sengaja aku posting sebagai ucapan selamat tinggal denganmu
mu? iya.. kamu semusimku

- Hen'z -
KIM

Rabu, 24 Agustus 2016

Elegi

looks like time machine
it's throwback
kenangan itu tiba-tiba tampak bak slide show
agak acak memang.. namun sukses melemahkan

gila.. mungkin iya
semusim itu sempat berharga
sangat sadar bahwa ini dosa

lucunya, seperti berkaca
kisahku sama dengannya yang terakhir ini numpang di telinga
haha.. dan kurang lebih begini katanya..
"Harap mengerti keadaanku saat ini.. Aku bukan seperti malaikat bahkan nabi.. dan aku bukan kamu yang bisa secepat itu begitu"
haha.. dia pikir saya sakti
hei.. Saya bukan Sun Go Kong

you never know how strong you are, until being strong is your only choice (Bob Marley)
kalau tentang quote ini Saya setuju..

- Hen'z -
KIM
 

Tuan Rindu Setengah Musim Ini

serius sekali
kali ini rinduku tak terbendung lagi
melebihi rindu itu akhir-akhir ini
silabus..
diktat..
paper..
everything about that
yes.. i miss them so bad

sempat koreksi
apa mungkin sebatas emosi
tapi tidak kali ini..
benar-benar bangku itu telah menyebabkan rasa ini

semoga kelak diberi kesempatan untuk mencicipi dan mendalaminya sekali lagi

- Hen'z -
KIM

Senin, 01 Agustus 2016

Lirik Te Ha

Hanya berusaha mencerna
Bait demi bait
Lirik demi lirik
Hingga nada yang bergema di telinga
Cukup paham.. tapi tak juga bermaksud mengira
Meski ada banyak pertanyaan saat ini
Ya.. tentang nama
Tapi tenang saja.. itu tak akan terkatakan
Namun, jika bertanya tentang rasa
Maka jawabanya masih sama
Setidaknya untuk sementara ini
Entah nanti...
Te Ha.. (jika boleh mengutip lirik itu)
"Semoga selalu sehat dan bahagia di sana"
Itu saja ..