Laman

Senin, 14 Oktober 2013

Penghuni Negeriku Begitu "Lucu"

Pagi ini tidak sengaja menemukan channel TV yang sedang menyiarkan program berita pagi, sontak membuat mata Saya melek dari kantuk...
Ya...Highlight-nya adalah...
"Penjualan Mobil Murah Nasional Ramah Lingkungan (LCGC) Meningkat 13,54%"
Peningkatan itu senilai 11 ribu-an unit mobil...Jumlah yang tidak sedikit memang.
Mobil LCGC (Low Cost Green Car) Program yang diklaim pemerintah sebagai mobil murah dan ramah lingkungan tengah jadi primadona negeri ini. Mobil-mobil tersebut dibanderol pada rentang harga Rp 80 juta hingga Rp 200 juta.

Sekarang, kita akan mulai jabarkan satu persatu dari Highlight tersebut..check it out!!!

Murah 
Meski dibanderol dengan harga yang relatif lebih murah dari mobil biasa, namun ternyata fasilitas mobil seperti AC, radio type, dan beberapa fasilitas lain belum terpasang lengkap, artinya pengguna nantinya tetap akan merogoh kocek agak dalam untuk melengkapi fasilitas mobil tersebut. Sama saja bukan? Setelah ditambah dengan fasilitas tersebut maka akan didapatkan hasil akhir yang sama harganya dengan yang biasa. Dan faktanya, konsumen mobil tersebut ya lagi-lagi kalangan menegah ke atas. Bak Shopping Time saja bagi mereka..hehe.


Nasional
Inilah yang paling menggelitik. Nasional dari mana? meski diproduksi di dalam negeri namun lisensi tetap berada di tangan asing. Meski peningkatan penjualan mobil murah ini memberikan keuntungan bagi pabrik perusahaan yang ada di Indonesia, namun nominalnya tidak seberapa, dan tidak begitu berdampak untuk semua masyarakat Indonesia pada umumnya. Lebih baik mengeluarkan modal besar untuk mendukung mobil buatan dalam negeri agar dapat lulus uji emisi sehingga dapat diproduksi dan dikonsumsi bangsa sendiri dari pada mendatangkan mobil yang "murah" tapi lisensi luar negeri.


Ramah Lingkungan 
Dikatakan ramah dari mana? justru ini dipastikan akan menambah konsumsi BBM bersubsidi. PT Pertamina (Persero) memperkirakan potensi kenaikan konsumsi BBM bersubsidi seiring dengan penambahan jumlah mobil. Belum lagi masalah kemacetan khususnya di daerah Ibu Kota yang mana Pemerintah setempat sedang giat-giatnya mengatasi permasalahan bebuyutan tersebut salah satunya dengan membersihkan lapak-lapak pasar kemudian dilakukan relokasi serta pembuatan monorail kereta api yang diharapkan meningkatkan animo masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, sehingga volume kendaraan pribadi dapat terkendali. Namun, program mobil LCGC ini justru akan menambah PR lama yang belum terselesaikan.



Tidak berselang lama setelah menonton berita tersebut, Saya juga membaca beberapa artikel dari situs berita online. Di dalamnya menguak pendapat beliau para petinggi. Dan herannya beliau-beliau justru mendukung penuh program tersebut dengan alibi pemerataan kesejahteraan, dalam artian masyarakat kecil agar bisa merasakan bergaya hiudp layaknya para kelas atas dengan membeli mobil murah tersebut. Entah...apa yang ada di pikiran beliau-beliau. Saya tak habis pikir, apa mungkin hanya Saya si lulusan D3 yang tidak (akan pernah) mengerti dengan jalan pikiran beliau yang (Saya yakin) lulusan S3.
"Maaf Pak, yang kita butuhkan bukan mobil murah. Namun yang sangat kita butuhkan adalah pangan, sandang, papan dan pendidikan murah. Itu lebih krusial dan mendesak bagi kami dibandingkan keinginan memiliki mobil murah yang Anda-anda tawarkan".

Lihatlah betapa "lucu" nya penghuni negeriku...Andai negeriku bisa bicara...lengkap dengan bumi, air dan udara mereka pasti akan geleng-geleng kepala seperti Saya... haha...
Dan lagi-lagi judulnya adalah "Dari Mereka Untuk Mereka"...sama sekali berbanding terbalik dengan semboyan kedaulatan rakyat "Dari Kita Untuk Kita (Masyarakat)".
 "let's do the best to our INDONESIA" 
^_*